Kamis, 20 Juni 2013

Tired.

Kadang kesel itu bikin capek.
Percuma apa yang kita omongin cuma dianggep angin.
Masuk kuping kanan, langsung keluar cepet ke kuping kiri.
Sama sekali nggak diresap bahkan cenderung nggak dihargain.
Niatnya baik, tapi nggak dimengerti.
Bicara sampe berbusa bahkan berlumuran darah juga percuma.
Percuma, karena seperti yang tadi dibilang.
Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri.
Begitu seterusnya.

Rasa capek itu muncul kalo kesel udah ditingkat maksimum.
Bener-bener merasa nggak dihargain omongan kita.
Sama sekali nggak direspon, tapi diabaikan.
Padahal bukan larangan tanpa sebab.
Itu larangan dengan sebab, demi dirinya sendiri.
Kadang ucapan taubat cuma ada saat tertimpa musibah.
Setelah musibah lewat, ya lupa.
Beribu kali diingatkan, tapi diabaikan.
Disini khawatir berlebih, disana tidak peduli dengan kekhawatiran kita.
Ibarat mau mecahin batu, tapi pake tusuk gigi.
Nggak bisa pecah-pecah.

Ya udah, udah lelah, capek.
Yang penting udah memberitahu yang benar dan mencoba perhatian.
Tapi kalau cuma dianggap angin, ya udah. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar